Rabu, 07 Mei 2014

Menilik HIV AIDS

HIV yang merupakan penyebab dari penyakit AIDS, kini tak asing lagi ditelinga kita, bahkan virus yang melumpuhkan daya tahan tubuh penderitanya ini menjadi masalah kesehatan di seluruh negara di bagian dunia tak terkecuali negara tercinta Indonesia. Penyakit yang mematikan ini, sebenarnya sangat disayangkan telah memakan berbagai kalangan karena penyakit ini dapat dicegah.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan berbagai cara sepert
1. Bagi ibu hamil yang sudah terdiagnosa positif HIV dapat melakukan operasi caesar dan tidak memberikan ASI kepada anak, mungkin ASI dapat diganti dengan susu formula.
2. Setia dengan pasangan, dengan cara tidak mekakukan berganti ganti pasangan.
3. Tidak menggunakan jarum suntik bersamaan
Namun perlu diingat bahwa HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, penggunaan handuk bersama, menggunakan toilet bersama, bersin atau batuk, dan menggunakan alat minum dan makanan bersama.

Dan tidak perlu menjauhkan penderita, karna melakukan aktifitas bersama, berdekatan pun tak akan menularkan anda terhadap HIV. Lindungi diri anda terhadap HIV, setelah itu ajak sekitar anda untuk melakukan perlindungan dari penyakit ini

Minggu, 04 Mei 2014

Tatalaksana obesitas

Obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang terjadi akibat penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Secara klinis, obesitas dapat dikenali denan tanda dan gejala khas seperti muka membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher pendek, dada menggembung dengan payudara yang membesar, perut membuncit, adanya lipatan perut, dan lain lain.

Parahnya, obesitas tidak hanya dapat berdampak pada jangka pendek saja melainkan dapat berdampak pula pada jangka waktu yang cukup lama. Obesitas pun menyebabkan berbagai jenis gangguan, seperti gangguan psikososial, rendah diri, depresi, menarik diri dari lingkungan. Selain itu terdapat pula gangguan pada tulang seperti slipped capital femoral epiphysis dan penyakit blount sebagai akibat beban tubuh yang terlalu berat. Berbagai penyakit lainnya pun menghantui para penderita obesitas seperti hipertensi, penyaki jantung koroner, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, hipertrigliserida, gangguan psikososial dll

Tatalaksana obesitas pun dilakukan dengan penurunan dan pemeliharaan berat badan. Penurunan berat badan ini dengan tujuan mengurangi berat badan sebanyak 10% dalam 6 bulan, usaha ini dapat dilakukan dengan mengurangi asupan kalori dari 500 hingga 1000 kkal per harinya. Aktivitas fisik pun harus tetap dilakukan selama 5 hari dalam 7 hari yang dilakukan 30 menit/hari. Menambahkan 2 gelas dari kebutuhan air pada orang normal pun sangat penting, karena penelitian menunjukan bahwa asupan air putih akan meningkatkan pembakaran lemak