Selasa, 13 Oktober 2015

Langkah Tepat Rawat Penis


Merawat bagian dari tubuh merupakan hal yang penting salah satunya ialah penis. Merawat penis tidak hanya penting untuk kesehatan reproduksi pria saja melainkan juga kepuasan bagi pasangannya. Berbagai langkah dapat dilakukan untuk merawat penis diantaranya seperti ereksi rutin, sunat dan menjaga kebersihan penis. 
Ereksi secara rutin sangat sirankan. Ereksi atau mengerasnya penis berarti penis dipenuhi oleh darah secara menyeluruh sehingga otot halus pada penis akan mendapat oksigen melimpah dari darah sehingga hal ini dipercaya dapat menyehatkan penis. Selain itu, ereksi secara rutin juga dipercaya akan menjaga bentuk penis tetap normal bahkan jika anda kurang mengalami ereksi secara rutin maka ukuran penis dipercaya akan cenderung lebih pendek 1-2 cm karena disebabkan oleh jaringan penis yang kurang elastis dan menyusut. Pria umumnya mengalami beberapa kali ereksi pada malam hari dan sekitar belasan pada siang hari baik yang didahului dengan rangsangan sebelumnya ataupun tanpa rangsangan. Uniknya pria yang tidak mengalami ereksi pada siang hari maka otak akan membantunya untuk ereksi di malam hari di mana pada umumnya datang saat fase bermimpi bahkan apapun mimpinya anda akan tetap ereksi.
Sunat berkaitan dengan kebersihan. Mengapa? karena kulit lipatan penis merupakan tempat yang paling nyaman bagi bakteri sehingga dengan mudahnya bakteri tumbuh dan berkembang sehingga pria yang disunat memiliki bakteri yang jauh lebih sedikit dibandingkan pria yang belum disunat. Organisasi kesehatan duniapun menyarankan untuk melakukan sunat berkaitan dengan penurunan risiko terkena penyakit menular seks. 
Menjaga kebersihan penis dengan cara menjaga penis selalu bersih dan sehat seperti mencuci penis dengan air hangat baik setelah mandi maupun setelah buang air kecil lalu dikeringkan, tidak menggunakan sabun terlalu banyak karena berpotensi mengiritasi kulit penis, menghindari penggunaan bedak, gosok lembut kepala penis untuk membersihkan dari penumpukan pelumas alami, membersihkan bagian skortum dan periksakan penis dan skortum dengan meraba untuk mendeteksi ada atau tidak perubahan yang terjadi. 

Senin, 12 Oktober 2015

Panu, Menular atau Tidak?

Panu merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang dikenal luas oleh masyarakat. Beberapa orang menganggap panu merupakan penyakit menular namun sebagaian mengatakan panu tidak menular. Kalau menurut anda panu menular atau tidak? 
Penyakit kulit yang kerap disebut tinea versicolor atau pityriasis versicolor ini menyebabkan bercak bercak kecil pada kulit di mana bercak ini warnanya jauh lebih terang dibandingakan dengan warna kulit normal dan disertai dengan gatal-gatal. Panu sendiri disebabkan oleh jamur Malassezia yang berkembang secara berlebihan akibat kulit berminyak, cuaca panas, lembab, keringat berlebih, perubahan hormonal dan sistem imun yang lemah. 
Pada umumnya jamur ini sudah ada namun pada kondisi kulit yang sehat jamur ini tidak berkembang secara berlebihan sehingga dipastikan panu bukanlah penyakit menular. Jika anda memiliki panu maka disarankan untuk memakai krim, salep ataupun sabun yang mengandung clotrimazole, selenium sulfide 1%, miconazole, terbinafine, dan zinc pyrithione di mana biasanya obat ini dapat diperoleh secara bebas baik di supermarket maupun apotik. 
Sebelum memakai obat panu dalam bentuk krim ataupun salep dianjurkan untuk terlebih dulu mencuci bagain kulit yang terdapat panu lalu keringkan. Setelahnya baru oleskan krim tipis sebanyak 1-2 kali sehari selama 2 minggu dan jika anda menggunakan sabun maka baiknya didiamkan 5-10 menit sebelum dibilas. Namun jika tidak ada perubahan maka dapat menghubungi dokter segera