Jumat, 16 Mei 2014

Jangan anggap enteng masalah Dehidrasi

Belakangan ini cuaca semakin tak menentu terkadang hujan terkadang panas. Cuaca panas dimana saat itu tubuh akan mengeluarkan keringat yang cukup banyak sehingga sangat rentan untuk mengalami dehidrasi, namun jangan disangka bahwa berada diruangan yang dingin pun kita tak akan mengalami dehidrasi, karena setiap saat ada air yang menguat dari tubuh kita. Namun sayangnya, dalam kondisi apapun masih banyak diantara kita kurang asupan air, bahkan tak jarang pula orang minum jika sudah merasakan haus saja, padahal haus merupakan tanda bahwa seseorang mengalami dehidrasi. 

Penelitian yang dilakukan pada 1200 sampel di wilayah Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Makasar dan Malino menunjukkan bahwa hampir separuh atau 46,1% orang dewasa dan remaja mengalami dehidrasi ringan. Namun dehidrasi ringan jangan dianggap enteng, karena jika terjadi secara terus menerus akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit. Bahaya dehidrasi ringan jangka pendek akan berpengaruh pada ketajaman penglihatan menurun, daya ingat penglihatan menurun, rasa tegang yang meningkat, rasa cemas, lelah, konsentrasi menurun sedangkan jangka panjangnya akan menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal dan susah buang air besar. Sehingga sangat direkomendasikan minum air putih 2 liter sehari, namun pada ibu hamil atau menyusui, asupan air direkomendasikan untuk ditambahkan

4 Langkah Mudah, Cegah dan Atasi Obesitas

Obesitas kini menjadi masalah kesehatan diberbagai negara dibelahan dunia, salah satunya Indonesia. Indonesia, prevalensi obesitas pun terus menerus merangkak naik baik pada wanita maupun pria dewasa yaitu data riskesdas 2013 menunjukkan bahwa prevalensi wanita obesitas meningkat menjadi 32,9% dan 19,7% pada pria dewasa. Peningkatan prevalensi obesitas secara terus menerus pun sangat dikhawatirkan, karena telah diketahui bahwa obesitas sangat berkaitan dengan beberapa penyakit degenerative lainnya seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, hipertensi, dislipidemia, kanker. 

Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah maupun diatasi yaitu dengan 4 langkah mudah, yaitu hitung jumlahnya, perbanyak variasinya, makan tepat waktu dan perhatikan cara memasak. Hitung jumlahnya yaitu seseorang disarankan menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan tentunya sudah disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, pekerjaan dll, lalu dibagi kembali per jenis makanan yaitu 50-60% karbohidrat, 10-15% protein dan <30% lemak. 

Perbanyak variasinya, seseorang tidak perlu mengonsumsi makanan yang sama setiap harinya melainkan bervariasi, seperti nasi diganti kentang ataupun beras merah” paparnya. Makan tepat waktu pun dapat berperan penting dalam mencegah ataupun mengatasi obesitas, karena jika seseorang tidak makan maka pada waktu makan selanjutnya akan memakan makanan dengan porsi yang lebih besar dan hal itu lah yang dapat memacu peningkatan berat badan. 

Langkah terakhir ialah perhatikan cara memasak, sama pentingnya dengan 3 langkah sebelumnya, cara memasak yang salah pun diduga dapat memacu obesitas, salah satunya ialah dengan teknik menggoreng. Teknik menggoreng merupakan teknik yang paling sering dilakukan oleh semua orang, karena merupakan hal yang praktis namun jika dilihat kalori yang terkandung dalam makanan dapat meningkat dua kali lipat setelah dilakukan penggorengan, contohnya saja kerupuk yang belum digoreng hanya berkisar 10 kalori saja, namun jika digoreng dengan minyak 1 gram saja kalorinya dapat meningkat hingga 19 kalori atau hampir dua kali lipatnya. Sehingga teknik menggoreng tidak direkomendasikan